CEKA

CEKA

CEKA, Cahaya Kalbar

Alasan mengulas awalnya adalah lonjakan penjualan dan laba di Q1-2014. Termasuk spekulasi sebenarnya, karena pendapatan dan labanya sendiri tak stabil tahun ke tahun, walaupun tidak rugi. Coba kita simak.

Cahaya Kalbar adalah anak grup Tradesound Invstmnt Ltd. yang merupakan anak grup Wilmar Ltd. Cahaya Kalbar atau CEKA bergerak dibidang minyak nabati.

Kinerja Perseroan 2013
Penjualan bersih tahun 2013 adalah Rp.2.531.881.182.546,-. Penjualan Bersih ini naik 125,35 % dibandingkan dengan tahun 2012 yaitu Rp 1.123.519.657.631,-.

Peningkatan penjualan bersih ini banyak didukung oleh aktivitas pengolahan Crude Palm Oil (CPO) dan Palm Kernel (PK) dan penjualannya di pasar domestik dan ekspor. Pada tahun 2013 Perseroan sudah mengurangi banyak aktivitas jasa olah (maklon) CPO.

Beban Pokok Penjualan Perseroan pada tanggal pada 31 Desember 2013 adalah Rp 2.306.891.044.163,- atau meningkat 141,38 % dibandingkan Rp 955.696.220.119,- pada tanggal 31 Desember 2012. Peningkatan Beban Pokok Penjualan Perseroan ini disebabkan antara lain peningkatan pembelian bahan baku yaitu CPO dan PK.

Laba Komprehensif Perseroan pada tanggal 31 Desember 2013 adalah Rp 64.871.947.610,- atau meningkat 11,19 % bila dibandingkan dengan tahun 2012 yaitu Rp 58.344.237.476,-

Perhatikan, dengan peningkatan penjualan yang mencapai 100%, peningkatan laba hanya 11%. Sehingga dapat dilihat, margin keuntungan relatif kecil. Perusahaan mengandalkan perputaran cepat antara pembelian bahan baku, proses produksi dan penjualan. Beruntung hal ini dapat didanai dengan liabilitas atau hutang jangka pendek, yang segera dibayar ketika penjualan dibayar. Kemungkinan waktu persediaan berada digudang juga singkat. Jika benar begitu, ini hal yang baik.

Jumlah Ekuitas Perseroan pada tanggal 31 Desember 2013 adalah Rp 528.274.933.918, atau meningkat 14 % bila dibandingkan dengan tahun 2012 yaitu Rp 463.402.986.308,- Peningkatan Ekuitas ini disebabkan oleh peningkatan saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya. Saldo laba sendiri berasal dari laba ditahan yang belum tentu dibagikan sebagai deviden.

Aset Lancar Perseroan pada tanggal 31 Desember 2013 adalah Rp 847.045.774.616,- atau meningkat 51,19 % bila dibandingkan pada tanggal 31 Desember 2012 yaitu Rp 560.259.611.424,-

Aset Tidak Lancar Perseroan pada tanggal 31 Desember 2013 adalah Rp 222.581.525.131,- atau menurun 52,38 % dibandingkan Rp 467.433.107.080,- pada tanggal 31 Desember 2012. Penurunan Aset Tidak Lancar ini antara lain disebabkan oleh pelunasan pinjaman kepada pihak berelasi, penambahan aset tetap.

Total Aset Perseroan pada tanggal 31 Desember 2013 adalah Rp 1.069.627.299.747,- atau naik 4,08 % dibandingkan Rp 1.027.692.718.504,- pada tanggal 31 Desember 2012.

Liabilitas Jangka Pendek Perseroan pada tanggal 31 Desember 2013 adalah Rp 518.961.631.842,- atau turun 4,86 % bila dibandingkan Rp 545.466.774.883,- pada tanggal 31 Desember 2012. Penurunan Liabilitas Jangka Pendek Perseroan ini antara lain diakibatkan oleh penurunan pinjaman bank jangka pendek.

Liabilitas Jangka Panjang Perseroan pada tanggal 31 Desember 2013 adalah Rp 22.390.733.987,- atau naik 18,95 % bila dibandingkan dengan Rp 18.822.957.313,- pada tanggal 31 Desember 2012. Kenaikan Liabilitas Jangka Panjang Perseroan ini antara lain diakibatkan oleh adanya kenaikan liabilitas imbalan kerja jangka panjang.

Jumlah Liabilitas Perseroan pada tanggal 31 Desem- ber 2013 adalah Rp 541.352.365.829,- atau menurun 4,06 % dibandingkan Rp 564.289.732.196,- pada tanggal 31 Desember 2012. Penurunan total Liabilitas Perseroan ini disebabkan oleh penurunan pinjaman bank jangka pendek

Kita lihat, liabilitas jangka panjang, hanya porsi kecil. Sehingga kewajiban perusahaan lumayan ringan. Ini berarti, liabilitas jangka pendek mendominasi. Liabilitas jangka pendek akan lunas dalam setahun, biasanya hutang sisa dan hutang uang muka atau persediaan.

Profil perseroan
Didirikan tahun 1968. Beberapa pencapaiannya;
1968 : Perseroan mengolah kopra menjadi minyak kelapa di pabrik Pontianak.
1972 : Perseroan mengolah minyak kelapa menjadi minyak goreng kelapa.
1982 : Perseroan mendirikan pabrik pengolahan kelapa sawit pertama di Jawa, terletak di Pluit – Jakarta yang mengolah bahan-bahan dari minyak kelapa sawit menjadi minyak goreng, margarine dan shortening.
1985 : Perseroan mengolah biji tengkawang menjadi lemak tengkawang untuk pasar ekspor.
1992 : Perseroan berhasil mengolah dan memasarkan Minyak Nabati Spesialitas di pasar internasional.
1995 : Perseroan mengakuisisi 99,998 % saham PT Inticocoa Abadi Industri yang berlokasi di Cikarang Industrial Estate, Jl. Jababeka X Blok F No.9, Cika- rang – Bekasi 17530, yang memproduksi Cocoa Liquor, Cocoa Mass, Pure Prime Pressed Cocoa Butter, Natural Cocoa Cake dan Cocoa Powder.
1996 : Perseroan melakukan penawaran umum saham perdana atau IPO kepada masyarakat dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta atau sekarang disebut Bursa Efek Indonesia.
1997 : Perseroan mengakuisisi beberapa bidang tanah milik beberapa pendiri Perseroan dan semua aset PT Mintawi, suatu perseroan terbatas berkedudukan di Pontianak – Kalimantan Barat. Akuisisi aset ini meliputi mesin-mesin produksi minyak tengkawang, minyak shea, minyak goreng, minyak inti sawit dan produk turunannya.
1998 : Perseroan melakukan Penawaran Umum Terbatas-I (PUT-I) atau Right Issue – I, dengan tujuan memperoleh dana untuk membangun pabrik baru Minyak Nabati Spesialitas yang terletak di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, Bekasi – Jawa Barat dan untuk merestrukturisasi pinjaman sindikasi bank Perseroan.
2003 : Pabrik di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang memasuki tahap produksi komersial.
2005 : Perseroan menggandeng investor strategis yaitu PT Karya Puterakreasi Nusantara (PT KPKN) di bulan Mei dengan dilakukannya akuisisi saham PT Cahayakalbar Perkasa, selaku pemegang saham pengendali Perseroan. Pada bulan September, pemegang saham pengendali Perseroan beralih menjadi atas nama Tradesound Investments Limited, suatu perseroan terbatas yang didirikan dan berkedudukan hukum di British Virgin Islands dengan memiliki 183.597.500 saham Perseroan atau 61,71 %.
2007 : Tempat kedudukan dan alamat kantor pusat dan pabrik dipindahkan dari Jakarta ke Kabupaten Bekasi. Perseroan memperoleh persetujuan dari pemegang saham independen Perseroan untuk melaksanakan transaksi afiliasi dengan perusahaan-perusahaan di bawah Wilmar International Limited.
2009 : Tradesound Investments Limited memiliki 258.885.500 saham Perseroan atau 87,02 %.
Perseroan menjual seluruh saham yang dimilikinya dalam PT Wilmar Benih Indonesia (dahulu PT Inticocoa Abadi Industri) kepada PT Wilmar Nabati Indonesia dan PT Natura Wahana Gemilang.

Perseroan bergerak di bidang industri antara lain minyak nabati yaitu minyak kelapa sawit beserta produk-produk turunannya, biji tengkawang, minyak tengkawang dan minyak nabati spesialitas; usaha bidang perdagangan lokal, ekspor, impor, dan berdagang hasil bumi, hasil hutan, berdagang barang-barang keperluan sehari-hari, berdagang sebagai grosir, distribusi, leveransir, eceran dan lain-lain.

Mulai tahun 2013, perseroan mengurangi jauh sampai 80% jasa maklon. Bahkan 2014, sudah tidak lagi. Jasa maklon adalah mengelola barang titipan. Karena sudah diakuisisi Wilmar ltd sebagai pembeli barang produksi, maka CEKA berani mengelola sendiri, karena sudah memiliki pembeli. Selain itu Wilmar ltd sendiri memiliki penyuplai CPO, dan Kernel. Jadi supplier sudah ada, pembeli pun sudah ada. CEKA tinggal olah saja.

Dengan tidak mengelola barang titipan, maka penjualan CEKA meningkat drastis. Sehingga performanya menjadi menarik.

Valuasi
PEG, PSR, PER dan PBV selalu menjadi pegangan saya. DCF kadang kadang saya lakukan, terutama jika Devidennya besar. Untuk CEKA:
Harga 2550
PEG belum dapat dihitung. Seperti saya bilang. CEKA termasuk calon turnaround. Labanya belum terdeteksi jangka panjang
PER 7,45 masuk ya. Karena berarti ROR (rate of return) 13%. Diatas deposito bahkan obligasi yang 8%
PBV 1,3 lumayan cukup. Tidak murah tapi wajar. Mengingat ekuitas lebih besar dari liabilitas. Liabilitas pun jangka pendek, segera lunas.

Kesimpulan: turnaround.

Disclaimer On

Pembahasan emiten lain:
BJBR

MPMX

Advertisements

2 thoughts on “CEKA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s