Reksadana Sebagai Dana Abadi Anda

Reksadana Sebagai Dana Abadi Anda

Terinspirasi dari salah seorang kawan yang bertanya, investasi apa yang bisa saya lakukan dengan sisa uang bulanan saya? Dia bercerita untuk proteksi sudah mempunyai produk asuransi. Tetapi untuk investasi, dia masih bingung, kemana uang saya taruh? Ada gak investasi yang aman dan menguntungkan? Saya ditawari dan dikejar kejar untuk ikut unit link, tapi saya ga paham. Atau saya belikan emas saja?

Untuk memutuskan kemana aliran uang lebih sebaiknya dialirkan, kembali ke dua hal. Yang pertama, taruh uang anda ditempat yang anda paham. Walaupun katanya menguntungkan, tapi jika itu hanya kata kata orang, sementara anda belum memahaminya, jangan taruh uang anda disana. Kecuali hanya untuk coba coba, sambil mempelajari lebih jauh sampai anda yakin dan mengerti. Yang kedua, setelah anda mengerti produk tersebut dan karakteristiknya (sifat untung rugi nya) adalah apakah risiko yang ditimbulkan dapat anda terima (jika terjadi).

Sebagai kilas balik urutan risiko (dan benefit) produk investasi dari kecil ke besar adalah sebagai berikut:
1. Tabungan (dengan tingkat risiko rendah, dan benefit/bagi hasil/bunga/return nya juga rendah, sebenarnya ini bukan aset investasi, tapi aset lancar, pemelihara likuiditas, jika suatu waktu diperlukan)
2. Deposito (tingkat risiko sama rendah, return lebih tinggi dari tabungan. Bahkan beda bank beda return. Semakin kredibel sebuah bank, semakin rendah return. Jadi ingat, tentang quick count kalau dengar kata kredibel. Hehe. Kelemahan deposito dibanding tabungan adalah berjangka, hanya dapat diambil setelah waktu tertentu)
Untuk Tabungan dan Deposito tidak termasuk investasi karena biasanya return dibawah inflasi. Sehingga cocok dijadikan uang jaga-jaga. Berapa besarnya? Setidaknya 6-12x pengeluaran bulanan anda dan keluarga.
3. Emas dan properti. Aset riil ini mempunyai keunggulan dalam kemantaban. Karena kita benar benar melihat barangnya. Sehingga kita bisa lebih percaya diri untuk menyimpannya. Kelemahannya, untuk properti ada di likuiditasnya. Anda jual rumah atau tanah, mungkin baru laku 1 tahun misal. Sementara emas, ada di harga jual dan beli yang berbeda. Harga buyback berselisih sekitar 5% dibanding harga jual dari toko emas untuk waktu yang sama. Selain itu juga, memakan tempat untuk menyimpan (jika makin banyak). Menyimpan di safety box di bank memerlukan biaya tambahan.
4. Investasi langsung di Obligasi.
5. Reksadana. Ini yang nanti kita bahas.
6. Investasi langsung di saham.
7. Investasi langsung di usaha riil.

Reksadana. Mudahnya, dia adalah tempat kita mempercayai untuk menitipkan uang. Jadi, modal awalnya adalah percaya. Seperti anda menitip uang di bank, koperasi. Karena anda percaya. Alasan untuk percaya kepada reksadana adalah dia berada dibawah pengawasan OJK (otoritas jasa keuangan). Setelah sebuah reksadana dipercaya nasabah, dia menghimpun dana nasabah (sama seperti bank, koperasi dan asuransi). Dana yang dihimpun dikelola, dibelikan aset finansial: obligasi, saham, term note, surat utang, dll. Kemudian seiring berjalannya waktu, jika dana kelolaan mengalami keuntungan maka nasabah ikut merasakan untung. Jika mengalami kerugian, nasabah ikut merasakan kerugian.

Secara umum ada 4 tipe reksadana, (setiap institusi akan menamai produknya masing-masing), diurutkan dari yang risikonya (dan returnnya) yang paling kecil:
1. Reksadana Pasar Uang (RPU) Dana yang dihimpun, dikelola dengan membeli Surat Utang Bank.
2. Reksadana Pendapatan Tetap (RPT). Dana yang dikelola dibelikan Surat Utang Negara, dan Perusahaan, obligasi.
3. Reksadana Campuran (RC) Dana yang dikelola dibelikan Obligasi dan Saham
4. Reksadana Saham (RS). Sesuai namanya, 70-80% dana akan dibelikan saham.

Mana yang cocok? Tergantung tenggat waktu anda, berapa lama akan menaruh uang anda (walaupun sebenarnya anda dapat menaruh dan mengambil sewaktu-waktu). Selain kepada risiko yang sanggup anda terima, serta return yang anda inginkan. Sebagai gambaran umum sebagai berikut:
1. RPU, jika anda berniat menaruh uang hanya 1 tahun saja. Return yang diharapkan sekitar 5-7%.
2. RPT, antara 1-2 tahun. Return yang diharapkan 7-10%.
3. RPC. Antara 3-5 tahun. Return yang diharapkan 12-13%.
4. RS. Lebih dari 5 tahun. Return yang diharapkan 15%.

Secara khusus, anda dapat membandingkan return historis masing-masing produk. Karena sangat banyak produk reksadana di Indonesia. Walaupun kinerja masa lalu tidak menjamin masa depan, tetapi track record dapat dijadikan pertimbangan. Nah, lalu apa hubungannya dengan Dana Abadi?

Suatu hari anda tentu ingin pensiun, atau malah ingin pensiun dini dan mendapat pendapatan pasif. Saat ini, mumpung anda masih bekerja dan setiap bulan menghasilkan uang lebih, reksadana dapat dijadikan salah satu pilihan. Semisal setiap bulan anda menaruh uang di sebuah produk reksadana saham, selama 10 tahun. Kemudian terkumpul 1 Milyar (karena akumulasi uang anda tiap bulan dan karena return yang diberikan oleh uang yang anda akumulasikan). Dengan return sekitar 15% setahun, “dana abadi” anda 1 Milyar tersebut akan menghasilkan 150 juta setahun. Dana 150 juta inilah yang dapat anda ambil tiap tahun untuk membiayai pensiun anda. Atau jika anda hemat, cukup ambil 60 juta setahun, atau secukupnya.

Ini hanyalah satu skenario penggunaan reksadana, tentu saja banyak variasinya, serta yang terpenting pahami dahulu, tidak terburu buru terbius dengan keuntungannya. Dalam segala macam jenis investasi memahami produk adalah yang terpenting, agar uang anda tidak hilang begitu saja, setelah lelah anda kumpulkan. Jika anda hanya mempecayai bawah kasur untuk menyimpan uang anda, jangan paksakan ke instrumen lain. Simpanlah ditempat yang anda percayai dan mengerti walaupun returnnya rendah.

Catatan:
– Ada sebuah reksadana saham yang kinerja historisnya bahkan 20% pertahun. Saya sampaikan 15% karena sebagian besar berkisar diangka demikian. Pandai-pandai memilih produk.
– Ada reksadana syariah ada yang umum, silakan pilih sesuai kepercayaan hati anda.
– Unit link mirip dengan reksadana. Hanya bedanya, dia digabungkan dengan produk proteksi asuransi. Kelebihan adalah tidak repot membuka dua akun. Kelemahan adalah keterbatasan pemilihan produk.

Advertisements

One thought on “Reksadana Sebagai Dana Abadi Anda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s