Survei Ibu Hamil

Survei Ibu Hamil

Baru-baru ini saya mengadakan survei kecil-kecilan kepada wanita dan ibu hamil.

Beberapa karakteristik subjek survei yang saya dapat:

1. 90% berusia 20-35 tahun
Mengingat survei dilakukan lewat internet, dan tentang kehamilan, tidak salah jika kebanyakan di masa reproduktif.
2. 67% mengaku ini adalah kehamilan pertama
Indonesia mulai berhasil menerapkan prinsip dua anak cukup? Atau masyarakat mulai sadar, membiayai seorang anak tidak murah lagi seperti dulu?
3. 43% responden berdomisili di luar jawa. 57% dari jawa
4. 50% menganggap 100-200.000 adalah tarif jasa medis wajar dokter spesialis kandungan diluar biaya obat dan pemeriksaan USG. Ini sesuai standar tarif PB POGI. Yang mengatakan 100-400.000 sebagai batasan minimal dan maksimal. Dan untuk BPJS 60.000
5. 57% responden berpenghasilan gabungan suami istri sebesar 2-5 juta per bulan.

Saat diajukan pertanyaan mereka menjawab:
1. 58% mengatakan jika hamil mereka periksa ke dokter kandungan saat hamil, 37% mengatakan periksa ke bidan dan dokter.
Dengan meningkatnya keadaan ekonomi dan jumlah kaum menengah disertai keingintahuan kuat terhadap kondisi janin, makin banyak yang periksa ke dokter kandungan. Beriringan dengan makin sayangnya orangtua kepada anak, karena jumlah anak tidak sebanyak jaman dahulu.
2. 43% memilih untuk periksa ke Rumah Sakit, 30% memilih periksa ke Praktik Dokter.
Perbedaan lokasi periksa tampak tidak signifikan.
3. 64% menyatakan faktor utama memilih tempat periksa adalah dokter yang mereka inginkan, diatas faktor kenyamanan atau fasilitas (18%) dan 14% faktor dekatnya lokasi periksa.
Dan, faktor dokter adalah pembeda yang menjadikan tempat tersebut dijadikan pilihan periksa.
4. 52% memilih dokter atas rekomendasi tetangga atau saudada yang pernah hamil. Ini menjadikan promosi marketing mulut ke mulut masih yang paling efektif. Dengan pelayanan prima akan menambah ikatan dokter dengan pasien
5. 50% pasien diperkisa > 15 menit untuk melambangkan waktu pemeriksaan yang cukup dan memuaskan. Tentu saja, akan berimbas ke jumlah pasien per jam yang dapat dilayani seorang dokter.
6. 62% menyukai pukul 18-20.00 sebagai waktu periksa. 29% memilih pukul 10-12.00 untuk periksa. Hal ini sesuai dengan kebanyakan pasien adalah pekerja di siang hari, sehingga memilih sore hari sebagai waktu periksa.
7. 71% menganggap USG 3D penting. Ini agak mengejutkan mengingat fungsi USG 2D sendiri lebih dari cukup untuk kebanyakan kasus.

Jika anda ingin berpartisipasi dalam kuis atau survei ini, dapat klik link dibawah ini
https://docs.google.com/forms/d/13zKKxVYKh1xnuwbDOwWoNURzSXTOzJC9TmXy4jLQP8M/viewform

Semakin banyak responden tentu makin akurat. Jika sudah mencapai 100 responden akan saya update, info diatas.

Terimakasih

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s