Antibiotik, berbahaya?

Antibiotik, berbahaya?

Antibiotik berbahaya?

“They put them at harm for allergic reactions, antibiotic resistant infections, and deadly diarrhea caused by the bacteria [Clostridium] difficile.”

Sebuah kalimat dari Medscape menjelaskan bahwa antibiotik tidak sepenuhnya harmless/aman. Kalimat diatas maknanya kira-kira:

“Konsumsi antibiotik dapat membahayakan pengonsumsinya. Karena dapat tiba-tiba menyebabkan reaksi alergi (gatal, pingsan, kulit melepuh, sampai meninggal), reaksi resisten (kuman kebal terhadap obat apapun, sehingga suatu hari nanti orang tersebut terinfeksi tak bisa diobati dengan obat apapun) dan diare yang mematikan karena Clostridium Difficile”

Seringkali penyebab kamu demam, mencret, kamu flu, kamu sakit infeksi bukan bakteri. Ketika penyebabnya bukan bakteri maka kamu tidak perlu antibiotik. Ketika kamu konsumsi antibiotik dengan alasan apapun kamu berisiko kena 3 hal diatas tadi.

Ada dua hal yang biasanya terjadi:
1. Kadang dokter memberi antibiotik karena tekanan pasien yang meminta atau ingin antibiotik.
2. Kadang dokter memberi antibiotik karena ragu, ini infeksi bakteri bukan (memang sih, dari luar, tanpa pemeriksaan lab, dokter kesulitan membedakan virus atau bakteri. Kadang satu-satunya petunjuk penyebab suatu penyakit infeksi adalah waktu, dari waktu dan observasi terhadap penyakit pasien akan diketahui penyebabnya bakteri atau bukan)

Sayangnya tidak semua pasien punya waktu. Virus flu misalnya, hanya sembuh dengan waktu dan istirahat. Padahal kita ingin cepat sembuh, beraktivitas, bekerja, belajar dsb. Sehingga kita bombardir tubuh kita agar cepat pulih dengan antibiotik. Karena waktu istirahat bisa mencapai 1 minggu, sebelum akhirnya kita mencurigai bahwa itu disebabkan bakteri dan minum antibiotik. Dan itu lama. Inginnya sih, sakit, kedokter, minum obat, sembuh. Sehari.

Jadi, karena kita sudah sama dewasa, dan secara etika kedokteran bahwa pilihan ada di pasien, maka autonomy alias pilihan ditangan anda sebagai pasien. Apakah memilih minum antibiotik untuk membombardir tubuh anda atau istirahat tiga hari sampai seminggu dan sembuh sendiri?

Note:
Penyakit infeksi bakteri kadang memberikan gejala khas yang dokter bisa tau.
Kadang disini maksudnya 50-60%.
Waktu tunggu untuk sembuh memang menyebalkan.

Solusi:
Jika sakit pergilah ke dokter. Pilih dokter yang baik. Ciri dokter baik, mau periksa dan bercakap lama (15 menitan) walaupun tarifnya agak mahal, ya kira-kira 15-30.000 rupiah.
Dokter yang baik akan banyak edukasi atau omong. Dan sedikit obat. Kadang tanpa obat.
Jika tiga hari sakit, kembali datang ke dokter yang baik tersebut. Untuk mengetahui perkembangan penyakit anda, karena seiring waktu akan semakin jelas perbedaam bakteri dan virus. 2-3 kali datang ke dokter kira-kira 30.000-90.000. Lebih murah dari antibiotik yang anda beli. Dan tentu saja menghindarkan anda dari bahaya tak perlu. Keuntungan yang tak ternilai harganya, jika sudah menyangkut nyawa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s