Investasi, dari penyisihan gaji

Investasi, dari penyisihan gaji

Investasi

Sebagai pekerja normal, dimana karya kerja kita sebagai individu dihargai dalam bentuk gaji oleh sang pemberi kerja, kemudian kita memberikan performa dalam bentuk waktu dan pikiran, tenaga. Dan jika ada sisa setelah pemasukan gaji – pengeluaran, yang disebut cashflow positif. Maka, disitu kuncinya.

Waktu, tenaga dan pikiran kita sekitar 40 jam seminggu, atau 8 jam sehari atau 1/3 hari telah kita berikan ke sang pemberi kerja yang menukarnya dengan sejumlah uang atau imbalan. Dalam artian, 2/3 hari sisanya tidak bisa kita gunakan untuk kerja juga. Tapi, untuk istirahat (tidur, duduk) dan rekreasi (ketemu keluarga, nonton tivi, nonton bioskop, wisata, ke mall, jalan2)

Padahal seringnya, kita merasa imbalan dari sang pemberi kerja tidak cukup untuk membeli rumah, menyekolahkan anak, cicilan pensiun, membeli mobil dll. Sehingga kita merasa harus ada tambahan lain. Ada bermacam cara untuk mencari tambahan lain. Tiga diantaranya:

1. Bekerja jadi pedagang dan wirausaha
Alias jualan. Diluar jam kerja. Misal: dagang produk asuransi, membeli franchise tertentu.
2. Investasi
Karena tidak ada waktu, tenaga dan pikiran yang tersisa, atau hanya tersisa sedikit. Kita memasrahkan uang kita ke produk tertentu atau ke orang lain untuk mengelolanya kemudian bagi hasil/untung dan bagi rugi sebagai risikonya
3. Kerja lembur, atau dobel kerja
Menambah kerjaan dengan menggadaikan jam rekreasi atau istirahat untuk sejumlah imbalan tambahan. Misal: bidan nyambi model, atau makelar mobil akhir pekan

Kali ini bahas INVESTASI saja. Ya itu kita tidak ingin waktu rekreasi dan istirahat berkurang, tetapi bisa mendapat tambahan uang, walaupun ga sebanyak jika kita jalankan sendiri.

Pilihan ada beberapa:
1. Aset tetap dan riil
Misal: emas, dinar, perak, rumah, tanah
Karena ini aset tetap dan bukan aset berkembang (selamanya 1 gram akan tetap 1 gram) maka imbal hasilnya pun tidak besar, tapi kita merasa aman, karena riil. Barangnya pun tidak akan menyusut kecuali dimaling atau kebakaran. Atau konflik.

2. Aset finansial resmi
Saham, reksadana, obligasi. Deposito bisa ya bisa tidak. Bedanya kurang meyakinkan, karena kita ga megang apa2. Kurang manteb lah.

3. Aset riil berkembang
Ini adalah wirausaha, tetapi kita hanya sebagai investor pasif dan pihak lain yang mengelolanya. Bagi hasil dilakukan jika untung. Pihak yang mengelola biasanya dibayar dalam bentuk dua jenis:
a. Gaji tetap per bulan, tak peduli untung atau rugi.
b. Gaji dalam bentuk saham, biasanya 50:50 antara investor dengan pengelola. Dengan skenario ini jika perusahaan membagikan laba, maka keduanya mendapat imbal hasil setara, jika perusahaan tidak membagikan laba (misal: rugi, atau ingin ekspansi) maka direktur/pengelola tidak mendapat uang walaupun telah bekerja.

Nah, last but not least.
Kamu pilih mana, uangmu kamu tanam di perusahaan terdaftar di BEI yang udah go public atau di PT. NGUDIES yang ga terkenal, baru mau berdiri dan belum jelas bakal ngasih laba berapa dan kapan, selain dalam bentuk proyeksi dan prospektus bahwa PT. NGUDIES membawahi dua bidang: finansial (planner dan seller) serta kesehatan (ibu hamil)?

Atau mungkin tidak dikeduanya, biarkan saja uangmu dibawah kasur?

Salam3jari

20140624-144251.jpg

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s